Cabut Gigi

Dulu gue percaya sama kata-katanya Meggie Z, “lebih baik sakit gigi daripada sakit hati.” Sayangnya gue udah ga percaya kata-kata itu lagi. Gue baru aja ngerasain yang namanya sakit gigi maha dahsyat yang ngalahin sakit hati.

I have good set of teeth. Sayangnya ada beberapa gigi gue yang rusak karena faktor insidentil. Yang pertama gigi graham kanan bawah yang rusak gara-gara ada polip yang tumbuh. Yang kedua, gigi graham kanan atas yang rusak gara-gara gue kena pukul waktu dulu kerampokan. Lanjutkan membaca Cabut Gigi

Jebakan MLM

“Halo…”
“Halo, bisa bicara dengan Cical?”
“Iya ini Cical, ini siapa ya?”
“Hai Cal, ini gue XXX. Apa kabar?” XXX adalah salah seorang teman acquaintance gue.
“Oh, baek-baek.” Ada apa ini anak nelepon gue? Ngobrol aja biasanya ga pernah.
“Aduh aku ga bisa ngobrol lama-lama nich. Besok bisa ga ketemu? Aku mau nawarin propos…”
Klik. Gue langsung tutup teleponnya.

Itu terjadi beberapa tahun yang lalu. dan sebenarnya waktu dia, temen-yang-ga-terlalu-deket-dan-ga-pernah-ngobrol-ama-gue itu tiba-tiba telepon gue udah tau arah pembicaraannya mau dibawa kemana: MLM. Lanjutkan membaca Jebakan MLM

Life of Pi

Akhir-akhir ini gue tertarik dengan film-film bergenre drama. Bukan drama percintaan ya, males banget gue nonton film romantis yang mendayu-dayu. Drama yang gue maksud di sini adalah drama kehidupan.

Ada saatnya gue menonton film bukan hanya untuk hiburan. Gue pengen dengan menonton film tersebut ada suatu pelajaran yang bisa kita dapatkan dari situ. Salah satu film itu adalah Life of Pi. Lanjutkan membaca Life of Pi