Deadline

Paling ga suka dech ama yang namanya deadline :'(. Hari ini, 5 April 2014 harusnya adalah hari yang bersejarah buat gue. Seperti yang gue tulis sebelumnya di resolusi tahun 2014, gue pengen banget menghidupkan kembali Karedok Bandung gue yang udah lama ga diurus.

Jadi ceritanya gue mau membuat sebuah blog, inspired by my old blog of course tapi dengan konsep yang bener-bener baru. Kalau Karedok Bandung blog-nya berbasis tulisan dan gambar, blog yang baru ini basisnya adalah video. Sebenernya konsep ini udah ada dari tahun 2011 tapi waktu itu gue ga yakin blog ini bakal ada yang nonton.

Yang namanya blog baru tentu butuh nama baru. Sebuah nama yang bisa merepresentasikan visi dan misi dari blog itu. Apparently, gue paling ga bisa yang namanya nentuin nama atau judul. I mean look at those post titles in my blog, they’re so lame. Yang lebih parahnya lagi si O-S-K-Y pun ga punya inspirasi buat nama blog kita.

Masalah yang kedua adalah masalah format blog-nya: video. Hari gini merekam video memang gampang. Tapi kalo mau merekam video yang bagus tetep ga gampang. You need the right tools to make it.

Untuk sekedar merekam video resolusi Full HD sebenernya HP gue juga udah bisa. Awalnya gue pengen beli camcorder Samsung tipe HMX-T10WP. Udah bisa rekam Full HD, harganya murah (sekarang di bawah 2 juta), dan pengoperasiannya mudah.

Tapi berhubung si mamah tiba-tiba pengen ngasih kamera yang bener-bener bagus akhirnya pilihan gue jatuh ke Samsung NX300. Harganya memang ga murah, 7,5 juta tapi banyak fitur yang penting terutama buat blogger yaitu wi-fi! Dengan wi-fi kita bisa langsung upload foto kita ke Facebook ataupun HP.

Hati gue tambah galau setelah minta rekomendasi kamera dari Aris. Kata dia sebagus-bagusnya hasil gambar dan video Samsung pasti masih lebih bagus Canon. Akhirnya gue kepikiran untuk beli Canon 600D. Di BEC kamera itu ada yang jual di kisaran 5,6 juta. Kalo gue sekalian beli SD Card tambahan dan tripod pun harganya masih jauh lebih murah dari NX300.

Sayangnya merekam pake DSLR bukan tanpa kekurangan loh. Setelah baca dari berbagai sumber gue baru tau kalo input audio DSLR itu mono! Ini berarti gue harus beli perekam audio tambahan, pilihan gue jatuh ke Zoom H1 seharga satu jutaan.

Belum selesei sampe di situ. Kata Aris gue juga harusnya punya lensa wide kalau mau serius rekam video pake DSLR. Harganya? 3-4 juta. Oh ya gue juga harus punya hard disk eksternal buat naro hasil rekaman gue. Untuk ukuran 1 Tera harganya 900 ribuan. Intinya buat video yang bagus itu butuh modal yang mahal :(.

Duh, gue harus beli kamera yang mana ya? Gue ga mau salah beli apa lagi sampe mubazir gara-gara ga kepake. Wait, nama blognya aja belum ada kan? Kita mulai dari situ dulu dech.

P.S.: Mungkin banyak yang bertanya kenapa gue pengen blog baru gue diluncurkan di tanggal 5 April. Tanggal itu adalah tanggal peresmian Karedok Bandung. Gue pengen 5 April menjadi sebuah simbol dari Karedok Bandung yang bertransformasi ke blog yang baru. Sayangnya itu ga akan pernah terjadi :(.

Iklan

Diterbitkan oleh

Cical

Pop culture enthusiast.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s