‘Dewasa’

Kamis kemarin gue pergi ke Jatinangor. Rencananya pengen ketemuan gitu sama anak-anak Gleeks. Udah lama aja ga ketemu mereka. Lagian gue juga udah kangen Jatinangor. Plus, kalo gue ke sana gue bisa ketemu Dara & Jazman. Abisnya suka bosen kalo ngumpul bareng mereka. Yang dateng pasti Mila lagi, Rani lagi.

Rencananya kita bakal nongkrong di Che.Co. Buat yang belum tahu, Che.co itu tempat nongkrong paling ghaaawul getoh di Jatinangor. Dan ternyata emang bener, begitu kita ke sana tempatnya udah lumayan penuh ama mahasiswa yang masih pada seger dan…. No, bad Cical.

Kalo lagi seru-serunya ngumpul ama mereka gue kadang melupakan satu hal: gue udah 26 sekarang! Umur gue beda 6-7 tahun sama mereka. Well ga cuma mereka, mungkin sama semua yang dateng ke Che.co siang itu. Apakah gue terlalu dewasa untuk gabung sama orang-orang seumuran mereka?

Gue jadi teringat kata-katanya Rama beberapa bulan yang lalu. Waktu itu dia bilang kalo udah ga bisa sering-sering kumpul bareng kita lagi karena sudah saatnya dia masuk ke fase ‘dewasa’.

Dewasa…

Sebenernya dewasa itu apa sich? :-/

Menurut Rama karena dia udah masuk ke fase ‘dewasa’ udah bukan jamannya lagi buat dia ikut flashmob atau jingkrak-jingkrakan. Ini saatnya untuk berkeluarga, cari kerja, dan menghidupi keluarga. Wow. Apa kabarnya tuch para idola gue: Armand Maulana, Denny Malik yang menghidupi keluarganya dari berjingkrak-jingkrak di atas panggung? Di umur yang udah 26 ini pasti banyak yang mengharapkan gue untuk menjadi dewasa tapi apakah ‘dewasa’ seperti ini yang harus gue jalani?

Gue banyak cari refrensi buat memahami makna dewasa dan ternyata tiap orang punya makna dewasa yang berbeda.

Ada yang bilang dewasa adalah ketika kita bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah.

Ada yang bilang dewasa adalah ketika seseorang sudah matang organ reproduksinya.

Ada yang bilang menjadi dewasa itu pilihan. “Menjadi tua itu pasti, menjadi dewasa itu pilahan.” Ada pula yang menganggap semua orang akan dewasa pada akhirnya.

Apapun yang orang bilang tentang dewasa pada akhirnya dewasa bukanlah mengenai pekerjaan yang kita jalani, hobby yang kita sukai, ataupun kewajiban yang harus kita lakukan. Dewasa adalah mentalitas, cara berpikir.

Jadi apakah gue sudah dewasa? Sudah.

Apakah anda sudah dewasa? Silahkan jawab sendiri.

Tampaknya gue ga perlu takut lagi buat nongkrong bareng mereka. Jadi kapan kita mau ngumpul lagi? 😀

Iklan

Diterbitkan oleh

Cical

Pop culture enthusiast.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s