Life of Pi

Akhir-akhir ini gue tertarik dengan film-film bergenre drama. Bukan drama percintaan ya, males banget gue nonton film romantis yang mendayu-dayu. Drama yang gue maksud di sini adalah drama kehidupan.

Ada saatnya gue menonton film bukan hanya untuk hiburan. Gue pengen dengan menonton film tersebut ada suatu pelajaran yang bisa kita dapatkan dari situ. Salah satu film itu adalah Life of Pi.

Life Of Pi

Pi adalah seorang anak dari pemilik kebun binatang di Pondicherry. Nama aslinya adalah Piscine, yang terinspirasi dari nama kolam renang favorit pamannya di paris yaitu Piscine Molitor. Karena teman-temannya sering mengejek namanya menjadi ‘pissing’ (kencing) akhirnya dia menggunakan nama ‘Pi’ sebagai nama panggilannya. ‘Pi’ diambil dari huruf yunani kuno yang juga merupakan konstanta dalam ilmu matematika.

Salah satu yang menarik dari karakter Pi adalah ketertarikannya dengan agama. Dia terlahir dari ibu yang menganut agama Hindu. Tapi seiring berjalannya waktu dia juga mempelajari agama kristen dan juga islam.

Ketika Pi remaja, ayahnya memutuskan untuk mengajak mereka sekeluarga pindah ke Canada karena bisnis kebun binatang di Pondicherry sudah tidak menguntungkan lagi. Mereka pergi naik kapal laut asal jepang bersama dengan binatang-binatang dari kebun binatang yang rencananya akan dijual di Canada. Tapi sayangnya kapal laut yang mereka tumpangi karam karena badai.

Tak ada satupun yang selamat dari kecelakaan maut itu. Hanya dia sendiri di atas perahu sekoci… bersama seekor Harimau Bengal dari kebun binatangnya. Pi dituntut bertahan hidup dan berusaha berdampingan dengan harimaunya. Di sinilah kepercayaan Pi akan adanya Tuhan benar-benar teruji.

Ada banyak alasan yang membuat film ini wajib ditonton.

Pertama karena film ini disutradarai Ang Lee. Seperti yang kita tahu Ang Lee selalu mencoba hal-hal yang berbeda untuk tiap film yang dia garap. Film bela diri di abad pertengahan Cina (Crouching Tiger, Hidden Dragon), kisah keluarga kelas menengah yang disfungsional (The Ice Storm), atau juga kisah romantisme gay (Brokeback Mountain). Dan untuk film Life of Pi ini dia mencoba untuk menyatukan dua hal: kebudayaan india dan artistik modern yang kaya sentuhan efek 3D.

Alasan kedua karena sinematografinya. This movie is damn beautiful! Sebagian besar efek yang ada di film ini, termasuk binatang-binatang yang ada di dalamnya adalah animasi. Semuanya terlihat natural, saking naturalnya gue sampe ga bisa ngebedain mana yang asli dan mana yang animasi. Dan yang paling penting sinematografi film ini benar-benar dioptimalkan untuk versi 3D. Agak nyesel juga waktu itu nonton yang versi 2D-nya.

Yang terakhir karena ceritanya. Life of Pi bukan sekedar film tentang survival. Ada banyak hal yang bisa dipelajari dari film ini: eksistensi Tuhan, spiritualitas, pluralisme, sampai hubungan antara manusia dengan hewan. Cuma sayangnya semua pesan-pesan itu disampaikan tidak secara langsung tapi disimbolisasikan lewat berbagai kejadian yang dialami Pi. Kita harus teliti jika ingin mengetahui makna sebenarnya dari film ini.

Life of Pi adalah salah satu contoh film dengan paket lengkap. Cerita yang menggugah, visualiasi yang menakjubkan, dan juga music scoring yang bagus. Saat ini gue selalu mengutamakan untuk menonton film-film dengan cerita bagus tanpa mengutamakan visualisasi. Tapi kalau ada film dengan paket lengkap seperti ini mana mungkin ga gue tonton?

Iklan

Diterbitkan oleh

Cical

Pop culture enthusiast.

One thought on “Life of Pi”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s